Kamis, 15 Maret 2012

Nokia 808 PureView


             Artikel ini di kutip dari Koran Kompas pada hari kamis, 8 Maret 2012.

          Mobile World Congress (MWC) adalah pameran produk dan teknologi mobile terbesar di dunia. Diselenggarakan di Barcelona, Spanyol, pergelaran ini sering dijadikan ajang unjuk gigi produsen smartphone untuk memperlihatkan keunggulan produk terbarunya.
             Hal yang sama terjadi di MWC 2012 yang diselenggarakan 27 Februari-1 Maret 2012. Didominasi perangkat berbasis Android, MWC kali ini juga menyiratkan pesan bahwa smartphone masa depan akan memiliki fasilitas tambahan. Bebererapa produk yang ada di MWC 2012. Salah satunya Nokia 808 PureView:




          Ini produk yang mendapat gelar Best of Show Award di MWC 2012. Uniknya, gelar tersebut sepertinya disebabkan fungsi kamera dibandingkan fungsi utamanya sebagai sebuah smartphone.
Fungsi kamera di Nokia 808 PureView terbilang revolusioner. Sensor tersebut memiliki resolusi 41 megapiksel.
          Semakin besar resolusi sensor, semakin besar ukuran hasil foto. Menurut Nokia,  tujuan utama sensor 41 megapiksel di Nokia 808 bukan hanya pada ukuran foto tetapi sensor 41 megapiksel itu dapat meningkatkan kualitas foto yang dihasilkan. Caranya, informasi dari 8 piksel sensor digabungkan menjadi  1 piksel hasil foto. Metode ini hanya menghasilkan sebuah foto 5 megapiksel, tetapi dengan kualitas warna dan ketajaman yang lebih baik. Nokia 808 PureView masih menggunakan system operasi Symbian Belle.
           Menurut Vice President of smart Devices Nokia Jo Harlow dalam blog Nokia Conversation, “Ini merupakan penghargaan fantastis. Lebih jauh dari itu,  ini tentang bagaimana teknologi digunakan untuk membuat konsumen mempunyai pengalaman yang fantastis”.
             Menurut kami, artikel mengenai Nokia 808 adalah perkembangan dari teknologi yang ada. Kamera yang melengkapi Nokia 808 dengan sensor yang lebih baik. Hasil dari gambarnya tajam, nyata dan detail dalam penampilan yang superior pada cahaya rendah. Fungsi dari smartphone pun tidak maksimal.
















1. Kompas, 8 Maret 2012
2. www.tempo.co





Senin, 13 Februari 2012

Mimpi


                  Dari yang gue tau dari orang-orang,mimpi itu kembang tidur. Gue juga ga tau maksud yang sebenarnya. Di tempat tidur ada kembangnya atau gimana ya? Seperti biasa,sebelum tidur selalu mengkhayal dan berbicara dalam pikiran. Setelah gue memejamkan mata, sepanjang malam itu gue dikasih mimpi. Di suatu tempat dan gue juga ga tau itu dimana, semua temen SMA dan temen kuliah gue ada. Kalau acara reuni, masa SMA sama kuliah jadi satu #ga mungkin. Gue dateng sama pacar dan bercengkrama deh sama temen-temen yang lainnya. Saat gue jalan kesana kemari gue nyoba deketin “masa lalu”. Masa tiba-tiba pengen sama dia lagi tapi waktu gue balik lagi buat ngobrol, dia bilang ga kenal gue dan lagi sama cewek lain. Gue pergi dan mikir, berarti keputusan gue udah benar. Dan memang benar, tanpa menoleh sedikit pun gue bisa lebih behagia.
                 Seseorang yang gue cintai saat ini sesuai dengan gue. Dan mungkin dia pun begitu. Kamu beruntung hun, saat kita menjalin ini aku sudah siap dengan semua yang akan terjadi diantara kita, saat ini atau nanti.

Minggu, 12 Februari 2012

Mengelilingi Diri Sendiri

                  Kisah yang akan gue rangkai mengenai  pembentukan diri gue sendiri. Mengenal dunia luar sebenarnya saat gue mengenyam pendidikan dari TK (Taman Kanak-kanak),bersosialisasi dengan baik. Tapi ada cerita lucu, namanya juga baru mengenal bersekolah inginnya cuma bermain. Saat jam istirahat pengen banget semua permainan yang ada di sekolah salah satunya ayunan. Gue udah bilang sama temen gue main ayunannya gantian eh,temen gue masih asik aja mainan. Pas lewat di depan ayunan yang lagi dimainin temen gue itu,gue lewat sambil agak lari sedikit. Dan terjadi lah kepala gue  berbenturan sama ayunan. Pada saat itu juga langsung jatoh dan berdarah kening gue dan ga luput “nangis”. Aduh,rasanya tuh manis banget deh. Sampai sekarang kalo main ayunan atau liat orang lain main ayunan itu agak takut.
Setelah lulus TK berlanjut ke SD (Sekolah Dasar). Kalo menurut gue,namanya aja Sekolah Dasar tapi ilmunya ga dasar. Penuh perjuangan banget,sampai ke hati perjuangannya hehe. Dengan segala macam kegiatan di sekolah gue juga bersosialisasi. Yang dulu selalu gue pegang itu bermain sama siapa aja tapi kadang ga sesuai sama yang diinginkan sih. Ada 1 hal yang masih inget dan melekat banget sampai sekarang,sekitar kelas 4 gue duduk bertiga dalam satu  meja. Mejanya persis didepan guru. Sebenernya awalnya gue ga duduk di tempat itu karna guru gue liat dikelas gue,setiap meja pasti orangnya itu-itu aja. Mungkin biar bersosialisasinya lebih baik. Ada sih beberapa meja lain yang duduk bertiga tapi karna gue ga beruntung,dapet lah temen gue yang agak sensi sama gue. Entah karna apa,sampai sekarang pun gue ga tau kenapa. Setiap kita mau mulai belajar selalu berdoa dulu dan pada saat berdoa itu lah semua penghuni dikelas gue menundukan kepala.  Saat itu pula kedua temen sebangku gue ngerjain gue. Kalau gue lagi duduk di pinggir mereka geser-geser badannya supaya gue ga bisa duduk. Kalau gue duduk ditengah,digencet-gencet. Mereka pikir lagi di angkot kali ya. Malah yang paling mengharukan gue di cubitin. Dari pinggang,perut,tangan gue di cubitin. Suatu hari gue lagi ga  mood belajar dan digangguin kayak gitu,rasanya mau gue jambak rambutnya. Tapi gue malah diem aja dan air mata gue mengambang di kelopak mata. Untungnya ga ada yang tau kalau gue sedang merasakan hal yang menyakitkan. Sakit fisik dan batin hehe. Ya namanya juga anak SD masih lugu.
                 Barlanjut lagi kejenjang berikutnya SMP. Setahun menjadi siswi cukup menyenangkan,semakin bertambah teman yang gue kenal berarti kehidupan sosial gue harus lebih ekstra. Tahun kedua, mulai kenal cinta. Sempat menjalin hubungan dekat dengan seorang teman,awalnya gue yang kagum tapi akhirnya bersama juga. Waktu yang dibutuhkanbersama  juga ga lama,dari yang gue tau dia itu terpaksa karna temen-temen gue. Beberapa bulan setelah itu,gue menjalin lagi. Pada saat masih menjalin hubungan, gue agak belagu hehe. Gue jalan sama temen gue yang lain (anu) dan dia temennya cowok yang dulu pernah menjalin hubungan sama gue. Dan ternyata dia suka sama pacar temennya sendiri. Itu bukan hal mudah buat berkata-kata. Bukan sok-sok an tapi lebih ke arah,gue mau berteman sama siapa aja. Tapi dia itu berlebihan banget,sampai di kasih cincin waktu gue ulang tahun. Setelah kejadian itu,gue juga merasakan yang namanya dimanfaatin. Ada 2 orang perempuan yang mendekati gue dan sebelumnya mereka ga pernah mau ngajak ngobrol duluan. Mereka mau tau gimana perasaan dan pengalaman gue waktu menjalin hubungan sama yang pertama itu. Setelah mereka tau,gue dihempas begitu aja. Semua yang gue certain bukan buat mereka tapi buat mantan dari cowok yang pertama menjalin sama gue itu. Nyesel dan kecewanya bukan main deh. Tapi setidaknya gue bisa belajar dan hati-hati dengan orang seperti itu.
                 Lanjut lagi masa-masa SMA (Sekolah Menengah Atas). Banyak sekali cerita yang mewarnai kehidupan di 3 tahun itu. Yang masih ingat dan berkesan banyak tapi gue mau lebih fokus tentang cinta. Hal yang lucu dan aneh bisa menjalin hubungan dalam jangka waktu 2 hari buat pendekatan. Kalau yang ini gue bener-bener ditipu. Sampai SMS yang terakhir ga dibales. Memang ga ada niat baik. Memasuki tahun ketiga  seharusnya semangat dan menyenangkan. karna fokus UN (Ujian Nasional) dan ga sabar mau kuliah. Tapi kenyataannya gue malah sedih yang berkepanjangan. Menjalin hubungan yang begitu intens bertemu dan mengenal keluarganya adalah salah satu mimpi gue. Entah kenapa pada saat itu gue susah banget move on. Cuma bisa murung,nangis dan curhat. Sebegitu sia-sia nya hidup gue beberapa bulan itu. Dan hasilnya, nilai gue pun rusak. Ada 1 hal yang gue inget, saat gue lagi jatoh banget dia udah 2 kali gandeng cewek lain. Oh no! sakit banget pada saat itu. Selalu nyoba move on dengan cara mencari gandengan baru. Sampai-sampai ketiga sahabat gue ngenalin beberapa temennya ke gue. Tapi ga ada 1 pun yang jadi. Setelah lulus dan ga bersekolah disekolah kebanggan,pelan tapi pasti gue bisa LUPA #akhirnya.
               Semua pengalaman yang gue alami akan selalu jadi pelajaran dan motivasi yang baik buat gue sendiri. Mungkin kalau gue ga mengalami semua hal tersebut,gue ga akan setegar ini. “orang yang tidak memiliki keberanian dalam suatu tantangan,dia adalah orang takut melihat keindahan di hari berikutnya”

Senin, 16 Januari 2012

Aneh atau Sakit?

                 Sedikit cerita tentang orang lain. Bukan bergunjing tapi pelajaran buat gue. Jangan kesenengan ya,lo masuk di blog gue.
                 Ya namanya juga bersosialisasi,pasti akan ada hal yang berbeda dengan pemikiran kita. Menurut gue, harus melalui hal yang tidak sesuai dengan kita karna belajar ya kayak gitu. Menampung semua data dan di saring kembali, menyaringnya juga sesuai adab. Gue harus terima kenyataan ketemu sama orang yang ANEH. Kenapa bisa gue bilang aneh? Karna emang keterlaluan banget sikapnya. Selama gue hidup, ga pernah nemu orang kayak gitu.
                  Awalnya sih biasa aja,gue coba buat normal. Tapi kok jadi dia yang ga normal ya. Orang "itu" dan "itu" terlalu banyak mengoceh di jejaring sosial. Kasian yang bikin jejaring sosial itu, malah digunain buat hal yang ga baik. Dari permasalahan yang pertama, gue liat kok muslim yang keliatannya baik tapi dari sikap dan bertutur kata ga cocok ya. Malam itu berdebat lah beberapa orang di jejaring sosial. Besoknya, ngobrol bareng deh tuh. dan keliatannya udah clear. Tapi dia ngasih saran buat biacarain sama temen-temen dikelas dan orang "itu" dan "itu" meng-iyakan. Kenyataannya pun ga terlaksana. Mungkin ada beberapa hal yang dipertimbangin. Sebenernya gue juga ga tau apa yang dipertimbangin.
                 Dan selanjutnya yang lebih waw beberapa minggu terakhir ini. Sempet adu argument tapi lagi-lagi yang gue liat, mereka curhat di jejaring sosial. Update status udah kayak nulis diary,puanjaaaang benget. Mungkin gerah kali ya, maen balock-block an deh. Gue sampe mikir, kayaknya ada yang salah sama orang "itu" dan "itu". Bukan masalah block nya, semester ini mereka duluan yang dapet info tentang tugas dan lain-lainnya. sebenernya mereka bukan orang tepat buat jadi orang yang netral. Tapi gue masih punya temen yang saling membantu. Ya ilmu kan bukan jadi perantara buat kita jadi sombong dan kikir.
kalo lo belum tau,gue kasih tau deh.
disini ga ada yang sempurna, saling menghargai dan menghormati itu penting dalam bersosialisasi

Minggu, 15 Januari 2012

Kuliah (Part II)


                   Setelah setahun menjadi mahasiswa, ya seperti itu rasanya. Anak-anak di kelas mengadakan semacam perpisahan tapi sebenarnya mengungkapkan hal-hal yang mesti di bicarain sama-sama. Kita ke Bandung, tujuan pertama ke Tangkuban Perahu. Menikmati suasana dan foto-foto. Salanjutnya ke villa,malam hari kita menumpahkan semuanya. Namanya juga bersosialisasi, ada sukanya, ada juga sulitnya. Semester ketiga kita berbeda kelasnya,jadi bisa dibayangkan. Yang tadinya baru deket terus di pisah lagi. Jadi jarang ketemu karna jadwalnya gak sama.Tapi yang aneh dan lucu, gue bisa sekelas lagi sama pacar. Gak bisa di pisahin atau gimana ya.hahaha.



                   Mungkin Tuhan tau ya kalau gue belum siap jauh-jauh dari dia.haha Bukan ketergantungan, kayaknya pikiran bakal ngalor ngidul gitu dan ternyata gue ngerasain betapa sungguh gak enaknya masuk kelingkungan yang baru. Seumur hidup gue baru ngerasain kayak gini. Susah menyatukan keberagaman. Tapi yang pernah gue rasain, perbedaan pendapat dan mengahargai itu sebernya bisa di dekatkan. Tapi kenapa kali ini sulit benget ya. sampe gak habis pikir gitu. Setahun gue jalanin di kelas yang baru, makin rapuh untuk bertahan. Kerapuhan itu tak sampai jadi abu karna gue sama pacar selalu diskusiin itu. Temen share gue ya dia.
                    Makin dewasa, makin susah dapet temen berkeluh kesah. Makin susah percaya sama orang. Bukan menutup diri, tapi lebih ke arah menghindari kekecewaan yang akut. Di semester ke empat sungguh berat gue lalui. Karna kondisi keluarga yang bikin gue gak kayak biasanya, buat kuliah pun gak ada semangat, gak kebayang kan? rasanya kayak gimana. Tapi mau gak mau harus jalanin. And finaly, IPK gue turuuuuuuun. Kalo deket jurang, langsung terjun deh. Beberapa hari setelah gue tau,gak bisa banyak ngomong. Tapi gue udah duga, nilai gue bakal turun. Setiap ada masalah pasti selalu berpengaruh sama pendidikan yang mengharuskan gue untuk dapet nilai bagus.
                   Di liburan yang begitu lama banget, yang hampir menghabiskan waktu dengan hal gak jelas selama 3 bulan. Gue perbaikin semua, dari kuliah, mood yang harus sering di jaga, sikap gue. Yah mungkin butuh proses yang gak sebentar dan gak mungkin berubah drastic. Tapi seenggaknya gue sadar apa yang terjadi sama gue.
                   Semampu gue lakuin yang paling terbaik buat orang tua gue. Saat ini yang pengen gue capai itu dulu. Kalau untuk diri gue, udah ada planning. Apa yang harus gue jalanin dan apa yang harus gue capai. Semoga di kasih kemudahan dan keberuntungan.