Sabtu, 24 September 2011

Ya ini saya...

            Sekilas tentang diri saya. Nama saya Mars Lestiana Asturi, saat ini masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Begitu berwarnanya diri saya. Dan sebenernya baru benar-benar mengenal diri sendiri sekitar setahun yang lalu. Setelah bertahun-tahun masih luntang lantung mencari jati diri. Namun sekarang pun terkadang masih bingung.
           Dari awal saya mengenal belajar sampai saat ini masih terasa terbebani dengan pembelajaran yang saya dapat. Seperti di kejar-kejar target dan harus bisa. Sedangkan saya termasuk orang yang agak sulit menangkap hal yang baru di dengar atau di lihat. Perlu waktu untuk memahami hal yang baru tersebut. Dari yang saya temui, banyak orang dan tempat mengharuskan kita bisa mengangkap semua pada saat itu juga. Mungkin juga karena saya sudah di tanamkan sekolah itu penting, sekolah itu sesuatu keharusan, sekolah itu harus pinter. Tapi kadang malah bertolak belakang dengan semua itu. Belajar bisa dimana aja kok, belajar gak harus duduk terus dengerin guru atau dosen ngomong, belajar gak boleh karena terpaksa hasilnya malah bukan kemampuan yang ada di diri kita, pinter itu relatif tapi yang penting mau mencoba dan berusaha.
           Dan biasanya kalau lagi bosan dengan hal-hal yang menyangkut keharusan saya lebih suka share sama orang yang bisa di percaya dan enak di ajak share, ketempat berbelanja sekedar memulihkan perasaan seneng, ketemu temen. Menyendiri juga pilihan buat saya, karena terserah saya mau melakukan hal apa pun yang penting saya lega. Saya juga pengguna jejaring sosial untuk sekedar mencari informasi tapi memang gak selalu update. Kalau mau e-mail bisa kirim ke lestianamars@yahoo.co.id
           Dan selama saya menempuh pembelajaran ini begitu banyak hal yang saya dapat. Tentang teman, sahabat, saling menghargai, menghormati, sabar, kerja keras, mengendalikan diri sendiri, dll. Semuanya gak gampang, butuh proses yang baik dan waktu yang gak sebentar. 
           Kita bisa kalau ada tekat yang kuat, usaha yang keras dan doa. Walaupun saya gak pinter tapi saya mau selalu jadi orang yang beruntung. 

Sabtu, 27 Agustus 2011

Kuliah (Part I)

          Gue akan cerita mengenai kuliah. 2 tahun lalu gue baru lulus SMA, ada rencana untuk meneruskan pendidikan di perguruan tinggi. Yang gue liat dari senior, saudara dan orang yang kuliah itu sangat menyenangkan, bebas, gak ada yang ngatur harus ngerjain PR, dll. Sempet nyoba di perguruan tinggi negeri dan ga lolos. Ya, gue sadar diri gak bisa mengikuti. Sebenernya ada satu kali kesempatan lagi tapi gak gue ambil. Gue pikir Cuma buang-buang waktu dan tenaga gue. Toh ga ada keinginan yang lebih di diri gue. Pada saat itu temen-temen gue lagi sibuk belajar dan mempersiapkan buat test lagi, gue sih sibuk milih perguruan tinggi swasta. Buat gue, gak seburuk yang orang-orang di sana bilang. Karna yang selalu gue tanamkan, “kita bisa berkembang dimana saja”. Yang gue pengen, cuma bikin orang tua gue senyum karna liat nilai gue bagus. Sampe-sampe milih jurusan pun gue gak tau, mereka mau gue menguasai tentang komputer. Alhasil, gue bingung sendiri. Tanya-tanya sama temen dan gue mengikuti yang katanya bagus itu. Padahal gue gak tau apa yang di pelajarin, lika-liku nya gak tau. Yang gue tau cuma prospek ke depannya. Dan saat itu yang gue pikir cuma buat mereka. Gue yakin walaupun hati gue gak sepenuhnya tapi pasti ada sedikit hal yang gue bisa. Dan itu masih jadi proses dalam hidup gue sebagai mahasiswi.
           Sempet ketakutan masuk di dunia kemahawiswaan, takut gue gak bisa mengimbangi. Tapi itu hanya awal-awal saja. Bertemu teman baru membuat semangat semakin berlari-lari (hehe,yang ini berlebihan). 



~  Seru banget ya ~  
 

                          ~Abis men futsal pertama kalinya. para wanitanya gak nonton nih~

            Gue kalo baru ketemu orang-orang yang baru, jaim banget deh. Buat bergerak aja malu (tapi gak jadi patung). Ternyata hari pertama kuliah dan tanpa gue sadari ada yang memperhatikan gue. Dia seorang laki-laki. Dia adalah Akbar Jananuragadi. Ia menambah semangat yang udah ada. Well, senengnya gak tertahan lagi deh.
            Setahun menjalani perkuliahan yang gak gue sangka sebelumnya, banyak pelajaran yang gue dapetin. Dari hal kuliah, yang ternyata sangat gak sesuai sama gue. Tapi gue harus jalani, gak ada pilihan lain. Hal lain yang harus banyak sabar, mengenai teman. Gak gampang menyatukan pendapat setiap orang apalagi punya karakter yang berbeda-beda. Tapi di kelas gue saat itu, cukup bisa mengahargai satu dengan yang lainnya. Setidaknya mempunyai kesadaran dan saling mengingatkan. Ada  beberapa momen kita jalan bareng, sebenarnya itu tugas kuliah mengumpulkan brosur laptop tapi lebih banyak seneng-senengnya. Liburan bareng, cukup mengesankan dan membahagiakan.

Minggu, 10 Juli 2011

Resah

           Entah kenapa selalu berpikir, yang saat ini di rasain karna kemarin yang gak sempurna. Cara apa pun udah di coba untuk menyembuhkan dan mengembalikan pribadi yang utuh. Dari semua teman, mereka sangat membantu biar tetap semangat, tegar, melangkah kedepan. Tapi kenapa yang masuk dalam pikiran ini jadi terlalu berat? Semua dukungan itu malah jadi kebalikannya. Kenapa gak bisa pergi dari kebiasaan yang seharusnya sudah gak ada lagi. Penyesalan rasanya gak akan pernah habisnya. Mungkin bagi sebagian orang semuanya bisa dilewati begitu aja. Buat pribadiku ini, semua hal yang diresapi saat ingin tidur akan berpengaruh untuk hari esok. Biarlah kemarin menjadi hari yang buruk tapi hari esok akan ada kejutan dari Tuhan yang rasanya lebih dari hari yang buruk itu. 
 

Selasa, 07 Juni 2011

Mengejutkan


              Ini pengalaman yang paling mengejutkan di hidup gue. Berawal dari jatuh di kamar mandi rumah mbah. Baru pertama kali ngerasain jatuh kayak gitu, rasanya kayak terjun dari bukit ke sawah. Setelah jatuh emang langsung di urut, beberapa hari kemudian emang udah ga terasa sakit. Tapi setau gue, kalu habis jatuh harus di urut beberapa kali. Ya mungkin karena mereka menganggap hal biasa, jadi cuma satu kali diurut.
              Sekitar 4 bulan terakhir ini sering pusing, jalan pun kayak ada yang berubah, cepet lelah, sering masuk angin, sampe pernah kesemutan di tangan dan kaki yang lama banget (ga kayak biasa). Dan semakin ga nyaman buat jalan, mengira-ngira mungkin karna 1 tahun yang lalu pernah jatuh. 
              Keputusan gue harus di urut lagi. Ngerasa ada yg salah di tubuh gue. Keputusan gue bisa dibilang ga begitu sembarangan. Mereka sering cerita ada tukang urut yang bagus, sering menangani orang yang sakit struk, orang yang abis jatuh dan hasilnya sembuh. Terakhir ade gue di urut karna pernah jatuh dari motor,sekarang jauh lebih baik. Ya bisa dibilang udah handal.
              Dan ketakutan gue selama ini bener kebukti. Karna emang ada yg ga bener ditubuh gue,harus di urut. Apa yang dibilang tukang urutnya? “ini udah parah,sampe tulangnya melengkung begini,emang sakitnya sampe ke lidah”. Saat itu yg ada dipikiran gue cuma, ya ampun sampe segini parahnya ya. Waktu di urut sakitnya ampun deh. Lebih sakit dari jatuhnya. Pokoknya keringet dingin, terika-teriak, nangis. Kalo bisa gue nonjok orang deh. Tapi masih harus di urut beberapa kali lagi.
              Abis di urut pun badan kaku kayak robot. Ga bisa tidur mikir yang macem-macem, ga bisa tidur gara-gara pada sakit badan. Tapi gue mau sembuh. Ya semoga ga ada yg kayak gue, sakit banget. Bismillah aja dikemudian hari ga ada apa-apa

Sabtu, 09 April 2011

Teori Ekonomi

           Perilaku produsen,sebuah usaha produksi akan bekerja dengan baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis. Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari keuntungan, maka orang itu barulah sebatas pemilik bisnis. Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Pengusaha berusaha mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya untuk memulai suatu bisnis.Perilaku konsumen menyangkut masalah keputusan yang diambil seseorang dalam persaingannya dan penentuan untuk mendapatkan dan mempergunakan barang dan jasa.
           Perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan menentukan kegiatan-kegiatan tertentu.
       Maka perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan dan hubungan sosial yang dilakukan oleh konsumen perorangan, kelompok maupun organisasi untuk menilai, memperoleh dan menggunakan barang-barang serta jasa melalui proses pertukaran atau pembelian yang diawali dengan proses pengambilan keputusan yang menentukan tindakan-tindakan tersebut.
Perilaku konsumen dipengaruhi beberapa faktor:
  1. Kepuasan konsumen terhadap produksi (dipengaruhi kebutuhan, masa lalu, teman, iklan / pemasaran.
  2. Karakteristik produk yang diinginkan konsumen.
  3. Pengeluaran untuk konsumsi. (dipengaruhi selera, pendapatan, kebiasaan, distribusi, dan lingkungan.

Pasar adalah suatu mekanisme yang mempertemukan pembeli (konsumen) dengan penjual (produsen) sehingga bisa berinteraksi untuk membentuk suatu kesepakatan harga jual. Pasar berfungsi menentukan nilai, mengorganisasikan produksi dan menditribusikan produk. Macam-macam pasar :

1. Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition)
      Pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran yang ditandai oleh jumlah produsen dan konsumen sangat banyak dan hampir tidak terbatas. Ciri – ciri pokok pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut:
-Banyak Penjual dan Pembeli
-Produk – produk homogen
- Pasar yang bebas dimasuki dan ditinggalkan
- Konsumen mengetahui kondisi pasar
- Faktor – faktor produksi bergerak bebas
                  - Tidak ada campur tangan pemerintah

2. Pasar Persaingan Tidak sempurna(imperfect market competition)
                   Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang jumlah penjual dan pembeli
                  tidak sebanding atau tidak seimbang. Bentuk-bentuk pasar persaingan tidak
                   sempurna adalah sebagai berikut:
a.     Oligopoli
b.     Monopolistik
c.     Monopsoni
d.     Oligopsoni
e.     Monopoli

     a. Pasar Oligopoli
     Pasar oligolopi adalah suatu bentuk interaksi permintaan dengan penawaran dimana
     terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar.
  Ciri-ciri Pasar Oligolopi
 Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar
 Barang yang diperjualbelikan dapat homogen dapat pula berbeda corak
 Terdapat halangan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar
 Macam-macam Oligopoli
·          Oligopoli murni (pure oligopoly)yang ditandai beberapa perusahaan menjual produk homogen.
·          Oligopoli dengan pembedaan (differentiated olygopoly) yang ditandai beberapa perusahaan menjual produk yang dapat di bedakan
     b. Pasar  Monopolistik
     Pasar persaingan monopolistik adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran di mana terdapat sejumlah besar penjual/produsen yang menawarkan barang yyang sama, namun masing-masing memiliki ciri-ciri khusus:
 Terdapat banyak penjual/produsen di pasar
 Barang yang diperjualbeliikan merupakan differentiated product
 Para penjual memiliki kekuatan monopolis atas barang produksinya sendiri
 Untuk memenangkan persaingan setiap penjual/produsen aktif melakukan
   promosi/iklan

      c.  Pasar Monopsoni
Pasar monopsoni adalah suatu bentuk pasar yang dikuasai oleh satu orang
/badan/lembaga pembeli dengan penawaran dari sejumlah penjual/produsen.


      d.  Pasar Oligopsoni
             Pasar Oligopsoni adalah suatu bentuk pasar yang dikuasai oleh lebih dari dua orang
             pembeli dengan penawaran dari sejumlah penjual/produsen.
        e. Pasar Monopoli
            Monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran yang ditandai oleh hanya ada satu penjual/produsen di pasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli/konsumen. Kurva permintaan pasar sekaligus akan merupakan kurva permintaan yang dihadapi oleh penjual monopoli (monopolis) tersebut. Pada kurva permintaan pasar, kurva penerimaan (AR) dan kurva penerimaan marginal (MR) dapat dengan mudah ditentukan. Akan tetapi, MR lebih rendah dari harganya sebab monopolis harus menurunkan harga yang diberikan untuk semua unit agar unit tambahan dapat terjual.

Uang merupakan alat tukar dan alat pembayaran yang sah. Pada masa-masa
sebelumnya, pembayaran dilakukan dengan cara barter, yaitu barang ditukar dengan barang secara langsung seperti menggunakan barang yang tertentu sebagai alat pembayaran, misalnya kulit kerang, mutiara, batu permata, tembaga, emas, perak ,  manik-manik, dan gigi binatang. Pada jaman dahulu, jual beli dilakukan dengan sistem barter. Barter adalah perdagangan yang dilakukan dengan cara tukar menukar barang, setelah barter orang mulai menggunakan alat pembayaran yang disepakati. Pada zaman modern uang digunakan sebagai alat pembayaran. dengan menggunakan uang, manusia berusaha memenuhi kebutuhannya.
            Motif memegang uang
A. Motif Transaksi
      Pada pendekatan klasik , diasumsikan bahwa tujuan setiap orang memegang uang
adalahsebagai alat tukar . Keynes menekankan komponen prmintaan uang ditentukan oleh tingkat transaksi setiap orang . Oleh karena itu , semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang maka permintaan orang tersebut terhadap barang atau jasa semakin tinggi pula . Permintaan uang untuk transaksi dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat pendapatan nasional.


               B. Motif Berjaga-jaga
                    Uang digunakan sebagai alat untuk menghadapi ketidakpastian akan kebutuhan di masa mendatang . Keynes percaya bahwa jumlah uang yang dijadikan alat untuk berjaga-jaga ditentukan oleh banyaknya transaksi yang diekspektasikan di masa mendatang . Motif ini juga dipengaruhi oleh tinggi rendahnya pendapatan nasional. Semakin tinggi pendapatan seseorang, maka tingkat kesadaran terhadap masa depan akan semakin tinggi. Kondisi masa depan yang tidak menentu akan mendorong orang untuk melakukan motif ini. Hal tersebut akan membawa kebutuhan yang semakin tinggi akan perlunya uang untuk berjaga. Secara aggregate semakin tinggi pendapatan nasional, maka kebutuhan masyarakat terhadap uang untuk berjaga-jaga juga akan semakin tinggi.

               C. Motif Spekulatif
                    Keynes juga sependapat bahwa uang merupakan alat ukur kekayaan . Sehingga salah satu alasan seseorang memegang uang adalah untuk alasan spekulatif .

               D. Untuk Mendapatkan Keuntungan / Berinvestasi
                    Arti spekulasi pada motif ini adalah spekulasi dalam pembelian dan penjualan surat-surat berharga. Motif ini dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Apabila tingkat suku bunga naik, maka harga surat-surat berharga akan turun. Jadi naiknya tingkat suku bunga akan menaikkan permintaan untuk spekulasi dan sebaliknya

          Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara
untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement",kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
             Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan
Untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.
              Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi
yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

Instrumen Kebijakan Moneter
            
Alat / instrumen kebijakan moneter yang umum dijelaskan oleh Nopirin (1992 : 46) dan Mishkin (2001 : 435) sebagai berikut :
             1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
                 Instrumen ini merupakan alat kebijakan moneter yang terpenting karena
merupakan determinan utama antara perubahan tingkat suku bunga dan monetary base serta menjadi sumber utama untuk mempengaruhi fluktuasi jumlah uang beredar. Kebijakan ini meliputi tindakan menjual dan membeli surat-surat berharga oleh bank sentral. Tindakan ini memiliki 2 pengaruh utama terhadap kondisi pasar uang : pertama, menaikkan cadangan bank-bank umum yang turut dalam transaksi. Hal ini dikarenakan dalam pembelian surat berharga misalnya, bank sentral akan menambah cadangan bank umum yang menjual surat berharga tersebut, akibatnya bank umum dapat menambah jumlah uang yang beredar (melalui proses penciptaan kredit).
Pada saat bank sentral menjual surat-surat berharga di pasar terbuka, cadangan bank-bank umum akan menurun. Berikutnya bank-bank ini dipaksa untuk mengurangi penyaluran kreditnya, dengan demikian akan mengurangi jumlah uang beredar. Pengaruh yang kedua, tindakan pembelian atau penjualan surat berharga akan mempengaruhi harga (dan dengan demikian juga tingkat bunga) surat berharga, sehingga mengakibatkan menurunnya jumlah uang beredar dan meningkatkan tingkat suku bunga. Berdasarkan tujuannya, operasi pasar terbuka dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
• Dynamic open market operation, yang bertujuan untuk mengubah jumlah cadangan dan monetary base.
• Defensif open market operation, yang bertujuan untuk mengontrol faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi jumlah cadangan dan
monetary base.

            2. Penetapan Tingkat Diskonto (Discount Policy)
                Kebijakan ini meliputi tindakan untuk mengubah 
tingkat bunga yang harus dibayar oleh bank umum dalam hal meminjam dana dari bank sentral. Kebijakan ini pada dasarnya bertujuan untuk mempengaruhi tingkat diskonto yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap jumlah uang beredar melalui perubahan tingkat bunga pinjaman. Dengan menaikkan diskonto, maka biaya untuk meminjam dana dari bank sentral akan naik sehingga akan mengurangi keinginan bank umum untuk melakukan peminjaman ke bank sentral.
Akibatnya, jumlah uang yang beredar dapat ditekan / dikurangi. Di samping itu, posisi jumlah cadangan juga dapat dipengaruhi melalui instrumen ini. Apabila tingkat diskonto mengalami kenaikan, maka akan meningkatkan biaya pinjaman pada bank. Peningkatan jumlah cadangan ini merupakan indikasi bahwa bank sentral menerapkan kebijakan moneter yang ketat.

            3. Penetapan Cadangan Wajib Minimum (Reserves Requirements)
                Kebijakan perubahan cadangan minimum dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Apabila cadangan wajib minimum diturunkan, maka akan mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah deposito sehingga jumlah uang beredar cenderung meningkat, dan sebaliknya apabila cadangan wajib minimum dinaikkan, maka akan mengurangi jumlah deposito yang akhirnya akan menurunkan jumlah uang yang beredar.
Indikator empirik untuk kebijakan moneter yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah :
                a. Jumlah uang beredar (M2), yaitu jumlah seluruh uang yang beredar yang terdiri dari M1(uang kartal  
    dan uang giral) ditambah dengan uang kuasi.
                b. Bunga deposito 1 bulan (Depo1)
                c. Tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
                d. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika
                e. Inflasi
               Menurut saya, pada teori ekonomi ini bisa dibayangkan dengan mudah dan dipelajarai dengan seksama. Namun, pada prakteknya atau pada saaat dilapangan kadang ada hal yang tidak sesuai dengan teori.